Resep Obat Typhus

23/02/2011 at 3:22 PM | Posted in Herbal Halal, Thibbun Nabawi | 3 Comments

Resep ini berdasarkan pengalaman pribadi (pada anak saya), dan insyaallah terbukti dari sisi medis karena saya melakukan pemeriksaan di dokter anak dan cek darah sebelum dan sesudah pengobatan ini.

Resepnya:
– satu jempol temu kunyit, diparut, lalu diperas/saring ambil airnya. Biasanya diperolah 1-1.5 sendok makan air perasan kunyit.
– 1 sdm madu (hutan/liar – lebih bagus)
– 1 kapsul obat cacing, buka kapsulnya
Campurkan air kunyit, madu dan obat cacing dalam cangkir/gelas kecil, lalu aduk rata. Jadinya paling banyak dua sendok makan, langsung suapkan pada anak yang sakit.
Pemberiannya pagi dan sore (pukul 5 an). Untuk kasus anak saya sebab typhusnya lumayan parah, selama 3 hari berturut-turut 2x sehari. Berikutnya 1x sehari hingga hari ketujuh sakitnya. Selanjutnya minum air putih dan madu
tiap bangun tidur.

Cerita singkatnya sbb:
Anak saya dengan tiba-tiba demam di tengah malam (antara jam 2 pagi), padahal sore hari masih terlihat sehat dan main sepeda bersama teman-temannya. Pada saat itu saya tidak terlalu khawatir sebab sorenya terlihat sangat sehat, saya hanya berfikir mungkin anget biasa karena kecapean main. Pagi harinya demam naik turun masih berlanjut hingga siang hari saya mulai panik ketika mulai disertai muntah. Makan tidak mau. Minum apapun baik air putih ataupun air madu, masuk sebentar, tapi tak lama kemudian muntah lagi. Demam hingga mencapai 39.8 celc. Begitu seterusnya hingga malam lagi. Karena belasan kali muntah, akhirnya saya khawatir anak saya dehidrasi, saya periksakan ke rs. Supaya segera dilayani, saya masuk ke ugd sebuah rs di cibubur. Suhu diukur mencapai 40.3 celc dan wajahnya pucat sekali. Oleh dokter disarankan untuk dirawat, tapi sayangnya ruangan rs penuh. Akhirnya kami memutuskan rawat jalan dengan obat yang diresepkan oleh dokter.

Malam harinya (malam ke-2 sakit), anak masih dua kali demam sekitar jam 11an dan menjelang subuh (jam 4an mungkin). Saya merasa letih karena berulang kali muntah sampai baju bersihnya habis dan demam tidak juga membaik, pagi jam 7 kami kembali ke rs lain di cibubur juga, yang selanjutnya diperiksa dara rutin, NS1, dan widal. Berdasarkan hasil lab, NS1 negatif, tapi widal hampir keseluruhan baik typhi/
paratyphi O dan H positif 1/320.

Terapinya, langsung diberi antibiotik (lupa namanya) yang pemberiannya melalui infus dan mirip kantung infus tapi lebih kecil. Pemberiannya 2x sehari setiap pukul 12 siang dan 12 tengah malam, dosisnya 750mg (menurut dokter sesuai berat anak saya 20 kg). Dan ada beberapa obat-obatan lainnya seperti anti mual, obat batuk, dan penurun panas.

Namun hingga 4 hari dirawat, tidak ada perbaikan yang signifikan, demam masih sering muncul meski di kisaran 38.5 celc dan muntah masih ada hingga 3x sehari. Hari keempat dirawat, saya meminta tes darah kembali dan meminta pulang. Hasil tes darah LED masih tinggi dan widal masih rame belum clean.

Ketika di rumah, saya putus semua obat kimia, saya kembali ke habbat dan madu. Hari kedua di rumah, anak saya dibekam untuk menurunkan LED atau mengluarkan racun/darah kotor dari tubuhnya. Hari ketiga, alhamdulillah wajahnya sudah segar dan tidak ada demam lagi, nafsu makan mulai pulih. Hari keempat masih isirahat di rumah.

Hari kelima anak saya kembali masuk sekolah. Sebagaimana anak TK lainnya, sekolah berarti main lagi tanpa henti. Kelalaian saya adalah saya meyakini anak saya sudah benar-benar sembuh, sehingga saya kasih nasi lagi. Dan ketika ada temannya ulang tahun di sekolah, dia ikut makan spaghetti dan pizza dari temannya itu.

Baru enam hari masuk sekolah, dia sakit lagi dengan gejala yang sama, demam tinggi dan muntah-muntah. Saya kembali periksa ke rs, benarlah hasil widalnya masih rame. Saya memilih rawat jalan – menolak rawat inap, dan antibiotik yang diresepkan tidak saya tebus. Saya kapok, anak saya dikasih antibiotik selama 3 hari dengan dosis tinggi tapi tidak ada hasil, belum lagi obat-obatan lainnya.

Saya pulang dan berazam untuk berikhtiyar dengan herbal Nabi. Akhirnya dari teraphist bekam yang sekaligus faham tentang herbal, menyarankan saya resep diatas. Obat cacing sebab cacing memiliki zat yang bisa menyembuhkan luka di usus, kunyit sebagai antiseptik di saluran cerna, madu sebagai obat segala penyakit (menurut Quran). Saya meyakininya sambil memohon kesembuhan dari Allah SWT.

Alhamdulillah, baru 2x minum, demam tidak muncul lagi dan muntah berhenti, meski rasa mual masih ada (menurut anak saya). Tapi makanan lembut dan air madu lancar masuk. Oiya saya stop minum susu selama sakit, sebab susu terkadang membuat perut enegh/mual. Pada hari ketiga terapi herbal, saya kembali periksa darah ke rs yang sama. Dan subhanallah, widalnya mulai bersih, hanya satu typhi O 1/160, yang lainnya sebelumnya 1/320 menjadi negatif.

Dengan hasil ini, saya lanjutkan minum herbalnya hingga hari ketujuh, dan dikurangi dari 2x sehari menjadi 1x saja. Dan masih menu bubur selama 7 hari sakit. Oh ada satu informasi yang tertinggal, ketika anak saya demam pada sakitnya yang kedua kali, saya mandikan dengan air dingin. Jadi mungkin ini pula yang menurunkan demamnya dengan lebih cepat.

Ini merupakan pengalaman pribadi yang alhamdulillah ditolong sama Allah melalui herbal. Namun sekali lagi, semua ini adalah salah satu jalan ikhtiyar dan Allah SWT lah yang menurunkan kesembuhan bagi manusia.
Wallahua’lam bishshowab.

Mengenal Bekam

17/02/2011 at 7:05 PM | Posted in Thibbun Nabawi | Leave a comment
Tags: ,

Pengobatan alternatif bekam semakin meramaikan dunia kesehatan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini.Tidak hanya di Indonesia, di Amerika sendiri metoda bekam sudah dilakukan oleh beberapa masyarakat Barat di bekam oleh Dr. Petra Zizenbacher dari Vienna, Austria, seorang ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode bekam (Cupping) dan Lintah (Leech Therapy).

Apa itu Bekam?

Pengobatan alternatif ini menawarkan penyembuhan berbagai macam penyakit dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang pengobatan medis.

Pengobatan alternatif ini berasal dari Timur Tengah. Kata bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata hijamah dalam bahasa arab yang merupakan asal kata dari al-hajmu yang berarti membekam. Menjadikan pemaknaan al hijamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan.

Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop, sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) yang diikuti toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer. Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Bekam dibedakan melalui 2 jenis, yakni :

* Bekam kering, proses bekam jenis ini dilakukan dengan menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering diyakini untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Acapkali bekam jenis ini diaplikasikan kepada orang yang takut jarum suntik dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari.

* Bekam basah pada proses terapi bekam jenis ini dilakukan setelah melakukan bekam kering, dilanjuti dengan melukai permukaan kulit dengan jarum tajam yang sudah sterilkan, lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah. Darah yang keluar diyakini sebagai darah kotor. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, Tergantung dari penyakitnya, dalam kasus tertentu memungkinkan proses bisa lebih lama.

Darah Bekam

Para pelaku medis dikejutkan oleh pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhû dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang terapi bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.

Darah yang keluar melalui proses bekam dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah. Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.

2. Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktivitas, disamping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Hal tersebut mengindkasikan bahwasanya proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh.

3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.

Modern Terapi Bekam di Amerika dan Eropa

Akhir-akhir ini penelitian tentang metode bekam / cupping banyak dilakukan. Penelitian meliputi mekanisme penyembuhan, cara kerja, serta manfaat kesehatan dari bekam. Salah satu penelitian yang mengemuka ialah yang dilakukan oleh Dr.Amir Muhammad Sholih. Beliau adalah Dosen Tamu di Universitas Chichago, yang juga peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural serta bagian dari anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika.

Menurut beliau, pengobatan dengan bekam tengah dan telah dipelajari pada kurikulum kedokteran di Amerika. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena pengobatan bekam yang terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan dengan bekam dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur.

Namun yang membedakan terapi bekam dengan terapi akupunktur ialah pada terapi tusuk jarum reaksi yang dihasilkan hanyalah sebatas perangsangan, sedangkan pada terapi bekam selain proses perangsangan, juga terjadi proses pergerakan aliran darah.

Hal senada diungkapkan oleh Dr.Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Beliau mengemukakan, “Riset juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga bekam bisa diterapkan sebakai terapi pendamping pengobatan medis.”

Hasil percobaan yang pernah dilakukan Dr. Amir pada pasien terinveksi virus hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya. Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat Interferon dan Riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi.

Walau demikian, masih sedikit sekali informasi yang dapat mendukung terapi alternatif bekam dari aspek medis. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efek samping yang dapat ditimbulkan dari terapi tersebut.

Tetap dianjurkan para pasien yang berminat untuk menjalani pengobatan bekam untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Karena disamping pengobatan pada klinik yang menyediakan layanan terapi bekam mendapatkan porsi kepercayaan masyarakat untuk menjadi bagian proses pengobatan penyakit, terapi ini belum ada unsur pendukung yang mengakreditasif kelayakan pengetahuan akademik kesehatan SDM yang melakukan terapi.

(dikutip dari sebuah thread di kaskus.com)

Cara Penyembelihan Ayam Sesuai Syariah

01/02/2010 at 12:51 PM | Posted in Makanan Sehat | Leave a comment
Tags: , , , , , ,

Informasi ini bisa berguna bagi para ibu yang biasa membeli ayam hidup untuk disembelih sendiri.

Republika: Jumat, 28 Oktober 2005

LP POM MUI Menjawab

Penyembelihan Ayam Massal

Assalaamu’alaikum Wr Wb,

Saya ingin menanyakan bagaimana tata cara penyembelihan ayam sesuai syariah
Islam, khususnya untuk pemotongan massal yang masih manual? Saya ingin
berbagi pengetahuan ke tempat-tempat penyembelihan ayam di wilayah saya
agar kami dapat lebih tenang mengkonsumsi ayam potong yang tersedia di
pasar rakyat. Jazaakumullahu khairan katsiiraa.

Wassalam,

Abbas, Purwokerto

Jawaban:

Proses penyembelihan merupakan tahap yang sangat penting dalam kehalalan
hewan potong. Oleh karena itu tata cara penyembelihan tersebut harus
dilakukan dengan benar dan baik. Beberapa tahap yang harus diperhatikan,
khususnya dalam penyembelihan ayam secara massal adalah:

  • Ayam harus masih hidup dan sehat serta diperlakukan dengan baik sebelum
    disembelih. Kadang-kadang ayam diangkut dengan mobil atau motor dari tempat
    yag cukup jauh sebelum disembelih, oleh karena itu perlu diperiksa apakah
    ada yang mati. Ayam yang mati harus segera dipisahkan dan tidak disembelih.
  • Membaca kalimat Allah (bismillah) sesaat sebelum menyembelih untuk setiap
    ekor hewan yang disembelih.
  • Memotong dengan sempurna saluran pernafasan, saluran pencernaan dan
    pembuluh darah nadi dengan pisau yang tajam. Untuk penyembelihan massal,
    aspek ini harus diperhatikan dengan seksama, jangan sampai ada yang
    terlewat atau tidak terputus dengan sempurna. Tidak boleh hanya dengan
    menusuk leher ayam, karena dikhawatirkan tidak memotong saluran-saluran
    tersebut dengan sempurna.
  • Meletakkan dan membiarkan ayam mati dengan sempurna dan darah keluar dengan tuntas sebelum proses selanjutnya, seperti pencelupan ke dalam air panas, pencabutan bulu dan pembersihan. Jangan sampai dalam keadaan masih hidup ayam tersebut langsung dimasukkan ke dalam air panas. Demikian.

(Tim Auditor LP POM MUI )

Ada juga satu referensi tentang cara penyembelihan ayam yang sehat dan halal, silakan kunjungi: http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=55

Manfaat Habbat

24/12/2009 at 6:49 AM | Posted in Herbal Halal | Leave a comment
Tags: , ,

“Hendaklah kalian mengkonsumsi jintan hitam (habbatussauda), karena jintan hitam mengandung obat untuk segala penyakit kecuali kematian.” (HR. Bukhari & Muslim)

Berikut ini beberapa manfaat habbatussauda (yang kita kenal sebagai jintan hitam), sumber dari klinik sehat:

  • anti bakteri, anti jamur, anti radang
  • anti oksidan, anti tumor dan kanker
  • meningkatkan daya tahan tubuh
  • menstabilkan kolesterol dan gula darah
  • mencegah dan mengobati berbagai alergi

Khasiat Madu

09/12/2009 at 12:16 PM | Posted in Herbal Halal | 2 Comments
Tags: , , , ,

Dalam Quran menyebut kebaikan madu:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah; “ buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan ditempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan” (An-Nahl: 68-69)

Berikut ini secara singkat khasiat madu (sumber madu sehat dari klinik sehat):

  • membantu meningkatkan stamina dan vitalitas
  • membantu meningkatkan penyerapan kalsium
  • membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tulang
  • membantu meningkatkan jumlah hemoglobin darah
  • membantu mempercepat penyembuhan luka
  • membantu memperbaiki fungsi pencernaan dan bersifat ulcer healing
  • membantu mensuplai energi instan
  • bersifat antibiotik, anti toxin/racun, antiviral, anti aliergenic

Ada banyak referensi yang secara detail menjelaskan manfaat madu bagi kesehatan, bagi anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan…

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.